JAKARTA, Shecare.id – Keimanan istri Firaun, Asiyah, adalah salah satu kisah yang paling menyentuh dan menginspirasi dalam sejarah. Ia menunjukkan kepada kita bahwa iman yang tulus tidak dapat tergoyahkan oleh kekuasaan atau ancaman. Asiyah adalah simbol keteguhan, pengorbanan, dan keberanian dalam mempertahankan keyakinan, yang tetap menjadi teladan bagi umat manusia hingga hari ini.
Katakan yang benar meskipun itu pahit. Sabda Rasulullah SAW ini menjiwai ketegaran Asiyah, istri Firaun, sejak ribuan tahun silam ketika suaminya yang angkuh itu memaksannya menanggalkan kebenaran. Asiyah, yang menikah dengan Firaun—penguasa Mesir yang zalim—memiliki posisi yang sangat tinggi dalam masyarakat.
Namun, meskipun hidup dalam kemewahan, ia tidak membiarkan statusnya menghalangi keyakinannya. Asiyah dengan berani menentang kekufuran yang diajarkan oleh suaminya dan memilih untuk beriman kepada Allah, Tuhan yang Maha Kuasa.
Keimanan yang Tak Tergoyahkan
Di tengah kekejaman Firaun yang menentang Tuhan dan mengaku dirinya sebagai Tuhan, Asiyah tetap teguh dalam imannya. Dalam Al-Qur’an, Allah menggambarkan keimanan Asiyah dalam Surah At-Tahrim ayat 11:
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَۙ ١١
wa dlaraballâhu matsalal lilladzîna âmanumra’ata fir‘aûn, idz qâlat rabbibni lî ‘indaka baitan fil-jannati wa najjinî min fir‘auna wa ‘amalihî wa najjinî minal-qaumidh-dhâlimîn
Baca Juga: Shalat: Kewajiban yang Menjadi Pelipur dalam Menghadapi Setiap Masalah Hidup
Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
Keimanan Asiyah tidak hanya terlihat dalam kepercayaannya kepada Allah, tetapi juga dalam pengorbanannya. Ia rela hidup dalam penindasan yang begitu keras dari suaminya yang sangat kejam. Asiyah menjadi teladan bagi banyak orang tentang bagaimana kekuatan iman dapat mengatasi segala kesulitan dan bahaya.
Baca Juga: Dahsyatnya Peran Seorang Wanita
Pengorbanan dan Kekuatan Wanita
Kisah Asiyah mengajarkan kita tentang keteguhan hati dan keberanian seorang wanita dalam mempertahankan prinsip. Meskipun Firaun mengancam untuk membunuhnya, Asiyah tetap tidak bergeming dari keyakinannya. Ia tidak takut untuk mengungkapkan keimanannya, meskipun harus menghadapi penderitaan yang luar biasa.
Asiyah menjadi contoh teladan bagi umat manusia tentang bagaimana wanita dapat menjadi pahlawan dalam mempertahankan keimanan, meskipun berada dalam situasi yang sangat sulit. Allah memberikan penghormatan yang tinggi kepada Asiyah atas keberaniannya, menjadikannya salah satu dari empat wanita yang paling sempurna, bersama dengan Maryam (ibu Nabi Isa), Khadijah (istri Nabi Muhammad), dan Fatimah (putri Nabi Muhammad).