JAKARTA, Shecare.id – Libur sekolah tengah berjalan, di momen ini orang tua pastinya ingin banyak waktu bersama anak-anak. Pergi liburan ke suatu tempat bisa jadi pilihan aktivitas yang seru.
Terlepas dari itu, memastikan agar si kecil tidak sakit di musim liburan seperti sekarang ini juga penting diperhatikan para orang tua. Tidak mau kan anak malah sakit saat musim liburan?
Di musim libur tahun baru 2025 ini, risiko penyakit yang paling umum menyebar adalah penyakit menular, seperti flu, cacar air, atau gondongan yang saat ini sedang mewabah di beberapa daerah di Indonesia, seperti di Cilegon, Tangerang Selatan, dan Situbondo.
BACA JUGA: Vaksinasi MMR Sebelum Menikah atau Liburan ke Luar Negeri Penting, Ini Alasannya
Karena itu, penting bagi para orang tua untuk mengambil langkah-langkah proaktif guna melindungi kesehatan anak-anak, baik selama liburan maupun sebelum kembali ke sekolah.
Untuk membantu keluarga menjalani liburan yang sehat dan memastikan anak kembali ke sekolah dalam kondisi prima, Dokter Spesialis Anak Konsultan Infeksi dan Penyakit Tropis Anak dr Anggraini Alam, Sp.A(K), membagikan tips perlindungan dari penyakit menular. Bagaimana caranya?

5 Tips Mencegah Anak Kena Penyakit Menular di Musim Liburan
1. Jaga Pola Makan dan Istirahat Anak
Liburan seringkali membuat jadwal makan dan tidur anak terganggu, padahal pola makan bergizi dan istirahat yang cukup sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh.
Menurut data UNICEF, lebih dari 95 persen anak usia sekolah dan remaja tidak memenuhi asupan harian buah dan sayuran yang direkomendasikan.
BACA JUGA: Obat-obatan yang Harus Ada di Rumah saat Musim Hujan
Dokter Anggi menjelaskan, pastikan anak tetap makan setiap hari secara teratur dengan menu seimbang, termasuk protein, sayur, buah, dan susu.

“Jangan lupa, anak usia sekolah membutuhkan 9 hingga 11 jam tidur per malam untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya,” ungkapnya dalam pernyataan resmi.
2. Waspadai Gejala Cacar Air dan Gondongan
Perjalanan liburan dapat meningkatkan risiko terkena penyakit menular seperti cacar air dan gondongan yang mudah menyebar. Oleh karena itu, dr Anggi menyarankan para orang tua memahami gejala penyakit tersebut sebagai langkah antisipasi.
“Selain membawa obat-obatan dasar seperti obat penurun demam dan vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh, pastikan juga untuk mewaspadai gejala awal cacar air dan gondongan pada anak,” kata dr Anggi.
Dia menambahkan, “Jika anak mulai menunjukkan tanda-tanda seperti muncul bintik-bintik merah, demam, atau pembengkakan pada leher, segera konsultasikan dengan dokter. Dengan demikian, orang tua dapat mencegah penyakit berkembang lebih lanjut dan memutus rantai penularan.”
3. Hindari Kontak Dekat dengan Penderita Cacar Air dan Gondongan
Selama liburan, anak-anak sering kali berinteraksi dengan banyak orang, termasuk di tempat umum atau destinasi wisata. Untuk mengurangi risiko penularan penyakit, dr Anggi mengingatkan pentingnya menghindari kontak langsung dengan orang yang menunjukkan gejala dari kedua penyakit tersebut.
“Pastikan anak tidak berdekatan dengan orang yang sakit, terutama yang menunjukkan gejala cacar air atau gondongan, karena kedua penyakit ini menular melalui percikan ludah dan khusus cacar air juga menular bila tersentuh lesi kulit,” paparnya.
BACA JUGA: Tips Menjaga Kesehatan di Musim Hujan agar Tak Gampang Sakit
Selain itu, penting juga mengajarkan anak untuk menggunakan masker di sekitar penderita dan menjaga jarak guna mencegah penularan. Pada kontak erat pasien yang mengalami cacar air dan gondongan, seperti adik atau kakak, teman sekelas dan teman bermain, sebaiknya diberikan vaksinasi sesegera mungkin, untuk menurunkan kemungkinan terjangkit penyakit.
4. Pastikan Vaksinasi Lengkap Sebelum Bepergian
Langkah utama dalam mencegah penyakit seperti cacar air dan gondongan adalah memastikan anak mendapatkan vaksinasi yang direkomendasikan. Vaksinasi ini dapat membantu mencegah komplikasi serius seperti meningitis akibat gondongan atau infeksi kulit yang luas akibat cacar air.
“Vaksinasi adalah cara yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah risiko penularan penyakit cacar air dan gondongan, terutama di lingkungan yang melibatkan aktivitas anak-anak seperti sekolah, daycare, playground, atau bahkan tempat wisata selama liburan,” papar dr Anggi.
Untuk melindungi anak-anak, imunisasi MMR (Measles, Mumps, and Rubella) dan Varicella telah menjadi bagian penting dari jadwal imunisasi di Indonesia.
Sebelumnya, kedua vaksin ini diberikan secara terpisah. Namun, seiring perkembangan teknologi di bidang vaksin, kini tersedia vaksin kombinasi MMRV (Measles, Mumps, Rubella, and Varicella) yang menawarkan perlindungan terhadap empat penyakit berbahaya yaitu campak, gondongan, rubella, dan cacar air, dalam satu suntikan.
BACA JUGA: Cacar Air Mewabah di Sekolah, Lindungi Anak dengan Vaksin Varisela Segera!
Inovasi ini memudahkan orang tua untuk memberikan perlindungan yang lebih praktis dan efisien bagi kesehatan anak-anak.
Dalam pembaruan Jadwal Imunisasi Anak 2024, vaksin MMRV direkomendasikan sebagai dosis primer untuk anak usia 2 tahun ke atas yang belum divaksinasi MR/MMR dan varisela, serta sebagai booster untuk anak di bawah 2 tahun yang telah menerima MR/MMR atau varisela.
5. Ajarkan Kebiasaan Hidup Bersih
Turut menekankan pentingnya pencegahan terhadap berbagai penyakit menular, Country Medical Lead MSD Indonesia, dr Mellisa Handoko Wiyono menambahkan, “Tips lainnya yang tidak kalah penting yaitu mengajarkan anak menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat.”

Menurut dr Mellisa, kesehatan mereka sangat bergantung pada kebiasaan sehari-hari. Hal sederhana seperti mencuci tangan dengan sabun, menutup mulut saat batuk atau bersin, serta menghindari menyentuh wajah dengan tangan kotor dapat membantu mencegah penyakit menular.
“Orang tua perlu proaktif dalam melindungi kesehatan anak-anak dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat. Dengan demikian, anak-anak dapat menikmati liburan dengan aman dan kembali ke sekolah dalam kondisi prima,” tambahnya.
Demikian pembahasan mengenai 5 tips mencegah penyakit menular di musim liburan agar anak bebas liburan dengan riang gembira dan masuk sekolah lagi dengan tubuh bugar.